MANUSIA TERGUGAT’
(berpikir untuk merefleksi, berlogika, menganalisis, sadar dan untuk bertindak)

Negeri
ini sudah sarut marut oleh kondisi-kondisi manusianya. Para senimannya asyik
ber-onani dengan seninya tanpa berkarya memperbaiki moral negeri ini. Para elit
politiknya ribut tak karuan, mulutnya berbusa sedangkan tangannya yang hitam
bergentayangan kemana saja, mereka bersilat lidah dengan meminjam syair-syair
suci tuhan dengan kepentingan hanya untuk memperoleh simpatik rakyat. Para
penguasa sibuk bersuara tanpa makna, bukan pelayan bagi rakyat sebaliknya
rakyat yang menjadi pelayan mereka. Para pengusaha sibuk dengan keuntungan-keuntungan
untuk memperkaya pribadi tanpa berpikir sedikit pun untuk  menjadi darmawan. Para akademisi sibuk dengan
penelitian-penelitian mereka tanpa memperdulikan nasib mahasiswanya, mungkin
mereka lupa akan amanah untuk mentransper ilmu-ilmu mereka, mahasiswa hanya
bisa lontang lantung, menunggu tanpa kepastian. Para aktor/artis sibuk dengan
perselingkuhan, perceraian, penganiayaan, yang setiap jam ditayangkan untuk
disaksikan oleh ribuan rakyat indonesia. Para ilmuwan binggung dimana mereka
akan menempatkan ilmunya untuk dikembangkan, teknologi apa yang telah
dihasilkan oleh tangan-tangan mereka. Pempek selam, pempek roket, songket,
tempoyak, apakah itu hasil karya negeri ini? Iran mampu mengembangkan uranium
menjadi nuklir, china mampu membajak alat-alat elektronik, mesin-mesin sendiri.

Disana-sini
anak-anak terlantar tak sekolah hanya bisa mengamen atau bahkan meminta-minta
sekitar lampu merah dibawah panasnya terik matahari, penggaguran meraja rela
dimana-mana, ibu-ibu janda & bapak-bapak duda tidak sedikit yang meregang
nyawa ditengah-tengah kerumunan massa hanya demi antri mengambil BLT, sebegitu
riskankah nasib bangsa ini. Dimana para pemuda-nya? Apakah hanya sibuk menunggu
akhir pekan untuk malam mingguan, jalan-jalan menghabiskan waktu bersama pacar,
telpon-telponan, yang berujung pada sex bebas melahirkan anak-anak tanpa jelas
bapaknya siapa atau nongkrong-nongkrong dipinggir jalan, beralun suara gitar,
bersanda gurau dengan teman diakhiri ngebut-ngebutan, mabuk-mabukan,
narkoba  yang semuanya berimbas pada pola hidup happy
fun mencari kesenangan sementara tanpa manfaat. Para pelajar yang seharusnya
mengukir prestasi, berkarya, berinovasi menggangkat derajat bangsa, tapi tidak
sedikit yang hanya datang ke sekolah untuk sekedar mencari ketenaran,
popularitas menunjukkan bahwa ia adalah manusia hebat yang beribas pada
maraknya tawuran antar sekolah, bolos hanya sekedar bermain PS dengan datang
lebih awal, pulang terlambat dengan laporan pada orang tuannya ”belajar bersama teman tadi bu”.
Tidakkah para pemuda berpikir akan masa depannya, akan rusaknya moral bangsa
ini, bahwa mereka adalah generasi penerus estapet perjuangan pendiri bangsa ini
yang lebih dulu menumpahkan darah juangnya. Akankah kita terlena dan berangsur
MENGHIANATI tanpa nurani dan akal pikiran. Kita mampu dan semuannya memiliki
potensi kawan !!!!!!!!!!!!!!!!!!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Batam Kota Ruli di Batas Persimpangan

PERSEPSI REMAJA TERHADAP PROGRAM GenRe